"Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Akses dan Pelayanan Kesehatan: Tantangan dan Solusi"
ArtikelPra Nikah

"Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Akses dan Pelayanan Kesehatan: Tantangan dan Solusi"

Dipublikasikan pada 05 Januari 2025 14:03Oleh Berliana Indah Shafa Putri, S.Kep., NsDisunting oleh Vika Ramadhana Fitriyani, S.Kep., Ns., MS

"Kesetaraan gender dalam akses kesehatan penting untuk mengatasi hambatan diskriminasi dan memastikan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas."

Gender mengacu pada karakteristik perempuan, laki-laki, anak perempuan, dan anak laki-laki yang dibentuk secara sosial. Ini mencakup norma, perilaku, dan peran yang diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu, serta hubungan di antara mereka. Sebagai konstruksi sosial, gender bervariasi antar masyarakat dan dapat berubah seiring waktu.


Gender bersifat hierarkis dan menghasilkan ketidaksetaraan yang berpotongan dengan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi lainnya. Diskriminasi berbasis gender berinteraksi dengan faktor diskriminasi lain, seperti etnisitas, status sosial ekonomi, disabilitas, usia, lokasi geografis, identitas gender, dan orientasi seksual. Fenomena ini dikenal sebagai interseksionalitas. Penting untuk membedakan antara gender dan seks. Seks merujuk pada karakteristik biologis dan fisiologis yang membedakan perempuan, laki-laki, dan individu interseks, seperti kromosom, hormon, dan organ reproduksi. Sementara itu, identitas gender mengacu pada pengalaman internal dan individual seseorang mengenai gendernya, yang mungkin atau tidak sesuai dengan fisiologi atau jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir.


Gender mempengaruhi pengalaman dan akses individu terhadap layanan kesehatan. Cara layanan kesehatan diorganisir dan disediakan dapat membatasi atau memfasilitasi akses seseorang terhadap informasi, dukungan, dan layanan kesehatan, serta mempengaruhi hasil dari interaksi tersebut. Layanan kesehatan seharusnya terjangkau, dapat diakses, dan diterima oleh semua orang, serta disediakan dengan kualitas, kesetaraan, dan martabat.


Ketidaksetaraan dan diskriminasi gender yang dihadapi oleh perempuan dan anak perempuan menempatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam risiko. Mereka sering menghadapi hambatan lebih besar dibandingkan laki-laki dan anak laki-laki dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan. Hambatan ini meliputi pembatasan mobilitas, kurangnya akses terhadap pengambilan keputusan, tingkat literasi yang lebih rendah, sikap diskriminatif dari komunitas dan penyedia layanan kesehatan, serta kurangnya pelatihan dan kesadaran di antara penyedia layanan kesehatan mengenai kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh perempuan dan anak perempuan.


Untuk mengatasi isu-isu tersebut, diperlukan pendekatan yang mempertimbangkan interseksionalitas dan berfokus pada penghapusan hambatan struktural yang menghalangi akses setara terhadap layanan kesehatan bagi semua gender. Hal ini mencakup pendidikan dan pelatihan bagi penyedia layanan kesehatan, reformasi kebijakan untuk memastikan kesetaraan akses, dan pemberdayaan individu untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan mereka.

 

Sumber :

World Health Organization (WHO), 2024. Gender. [online] Available at: https://www.who.int/health-topics/gender#tab=tab_1 [Accessed 1 January 2025].